Pencinta film bergenre thriller sekarang lagi dimanjakan bareng perilisan film The Call yang diperankan oleh aktor Park Shin Hye. Bercerita tentang kontak antara dua orang lewat telpon melintas pas di era yang berbeda, aktor Park Shin Hye dituntut untuk mengamankan keluarganya berasal dari ancaman pembunuhan. The Call sendiri disutradarai oleh Chong Hyun Lee selaku pengguna link sbobet untuk bermain judi serta diperankan oleh Park Shin Hye dan Jeon Jong Seo. Karya ini ialah proyek panjang kesatu sang sutradara sesudah sebelumnya mengakibatkan film pendek berjudul Bargain.

Sinopsis The Call

Film Korea The Call

The Call adalah hasil adaptasi berasal dari film The Caller yang diluncurkan pada 2011 dan mengisahkan dua wanita yang terpisah dua dasawarsa tapi membuka lewat suatu telpon tua. Seo Yeon yang dibintangi Park Shin Hye hidup pada era sekarang pas Young Sook yang dibintangi oleh Jeon Jong Seo hidup pada era kemudian tepatnya pada th. 1999. Film The Call berawal pas Seo-yeon yang tanpa sengaja mendapatkan suatu telpon tua di lokasi tinggal era kecilnya bersama agen judi bola termurah dan terpercaya.

Waktu ialah sesuatu yang linear. Hingga kini, tidak ada tahapan untuk menciptakan perubahan sesuatu yang sudah terjadi. Namun, apa jadinya terkecuali kami dapat tersambung bareng orang yang berasal berasal dari 20 th. lalu? Mungkin itu dapat jadi suatu keuntungan, tapi pasti lebih tidak sedikit hal negatif. Seo Yeon (Park Shin Hye) tiba-tiba mendapat telpon berasal dari Oh Young Sook (Jeon Jong Seo) yang ternyata bermukim di lokasi tinggal yang serupa 20 th. lalu.

Seo-yeon yang membenci ibunya sejak ayahnya meninggal sebab kebakaran rumah, seolah mendapatkan sahabat berasal dari sosok Yeong-sook yang menyatakan jadi korban kekejaman ibunya sendiri, Ja-ok (Lee El). Bukan hanya jadi sahabat mengobrol, pertemanan keduanya tidak sedikit membuat evolusi urutan pas kehidupan mereka. Hingga kemudian, pertemanan mereka berubah jadi tidak sedikit variasi teror menakutkan yang dominan luas.

Sutradara dan pengarang Lee Chung-hyun membuat sebuah sinopsis drama korea juga pilih pola time-slip bareng urutan yang tak tersangka untuk tunjukkan teror-teror tersebut sekitar film ini. Namun apakah keputusan Lee Chung-hyun tersebut lantas mengakibatkan film ini mendapat evaluasi jelek berasal dari saya? Saya rasa tidak. Film ini memahami hasil benang merah seksama berasal dari Lee soal type percakapan ceritanya berasal dari mula hingga akhir.

Hal tersebut keluar berasal dari bagaimana Lee sukses menggiring opini pirsawan pada suatu urutan kisah yang kemudian, bareng kejam, ia hempaskan lagi ke suatu plot baru dan tak disangka. Apalagi, kala jalur kisah berada di babak penentuan yang digambarkan bareng adegan di tempat pengasingan sampah dan penyelidikan polisi di lokasi tinggal tua tersebut.

Pada babak ini, pirsawan aku rasa hanya dihadapkan dua pilihan: saksikan tanpa memikirkan ujungnya agar tidak pusing, atau penasaran kemudian memikirkannya dan terjebak oleh urutan ‘usil’ berasal dari film ini.

Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *